two eyes, two ears.

23. acoustics. science. music. books. volunteering. clever talks. distant conversations. philosophy. life.
Recent Tweets @febirhiana
Who I Follow

Tulisan ini saya buat atas dasar keprihatinan saya akan pemikiran sempit orang-orang yang seumur hidupnya terkekang di dalam zona nyaman mereka sendiri—yang bahkan membuat mereka tidak merasa perlu untuk membuka pikiran akan dunia luar.

Saya tidak sedang berusaha membanding-bandingkan satu pemikiran/kepercayaan dengan pemikiran/kepercayaan lainnya ataupun berusaha membenarkan satu pemikiran/kepercayaan terhadap pemikiran/kepercayaan lainnya—saya menulis ini murni karena saya tertarik dengan perbedaan cara berpikir setiap orang yang, menurut saya, sangat fundamental sebagai landasan setiap orang untuk dapat menghargai pluralitas.

Saya akan menyebarkan tulisan ini kepada mereka dengan latar belakang ras, suku, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda. Semoga pada akhirnya nanti, kita akan dapat menghargai dan menciptakan toleransi atas perbedaan sebagaimana perbedaan telah terlebih dahulu menciptakan eksistensi kita semua. :)

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang akan terus tumbuh dan berkembang. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan tubuh dapat terhenti, tapi tidak halnya dengan pikiran. Hukum mungkin membatasi sikap dan perilaku manusia terhadap dirinya dan sesama, tetapi tidak halnya dengan ide serta logika. Tidak ada yang dapat mengekang kebebasan berpikir seorang manusia.

Awalnya, kebebasan berpikir membawa kita pada angan-angan. Kemudian pada dunia nyata. Lalu kepada tindakan, keputusan, serta konsekuensinya. Terakhir, kebebasan berpikir akan mencari dan mencoba merefleksikan pencapaian terakhirnya: pada kebenaran.

Namun, berkat kebebasan berpikirnya sendiri, manusia memiliki jalan yang berbeda untuk mencapai tujuan akhirnya masing-masing. Beberapa menjadikan iman, agama, dan kepercayaan tertentu sebagai batas atas kebebasan berpikir mereka. Beberapa memilih untuk tidak berpikir sama sekali. Beberapa menikmati perjalanannya, beberapa berlomba-lomba menghabiskan usia mereka membandingkan seluruh batas atas yang ada untuk mencari kebenaran tertingginya.

Bagaimanakah cara kebebasan berpikir anda mencapai tujuan untuk mencari kebenaran anda sendiri?

Lalu, menurut anda, apabila kebenaran itu memang ada, apakah kebenaran itu plural dan berbentuk sebebas pikiran kita mengkehendakinya? Atau apakah ia mutlak, dan hanya beberapa dari kita sajalah yang dapat mencapainya?

Dan apabila perjalanan anda mencari kebenaran telah usai.. maka apakah arti kebenaran menurut anda?