two eyes, two ears.

23. acoustics. science. music. books. volunteering. clever talks. distant conversations. philosophy. life.
Recent Tweets @febirhiana
Who I Follow

Perjalanan meraih mimpi itu seperti halnya melakukan terjun payung. Kita mendongak ke atas dan dalam sekejap mata berada dalam ketinggian tertentu yang mematikan. Hanya diperlukan waktu, keinginan, dan hasrat kuat lah yang pada membuat kita berada pada ketinggian di atas sana. Namun perjalanan itu bukanlah dimulai saat kita berada pada sebuah ketinggian.. melainkan pada saat kita memberanikan diri untuk terjun secara perlahan menggunakan parasut yang mengikat bahu serta punggung kita.

Mimpi kita seringkali merupakan hal yang sangat tinggi dan kompleks. Ia merupakan gabungan dari keinginan, imajinasi, serta keteguhan hati. Tapi saat kita bermimpi, sesungguhnya kita hanyalah menggambarkan sebuah jalan menuju imajinasi. Kita sama sekali tidak mengetahui apa dan siapa saja yang akan kita temui di jalan yang kita buat sendiri. Baru pada saat kita melakukan perjalanan meraih mimpi itulah—pada saat kita memiliki keberanian untuk terjun menggunakan parasut—kita bertemu dengan orang-orang baru, dengan hal-hal seru, kemudian tersandung oleh ribuan kerikil kecil serta seringkali kita harus memutar jalan karena jalanannya terlalu terjal untuk kita daki. Namun seringkali pada saat memutar jalan itulah—pada saat jalan yang kita buat beririsan dengan jalan milik orang lain—kita menemukan persahabatan, cinta, paradigma, serta kebaikan hati.

Lalu, seperti halnya saat terjun menggunakan parasut, perjalanan meraih mimpi membuat kita mulai melihat secara lebih dekat dan mencintai hal-hal yang paling sederhana. Baru pada saat terjun dari ketinggian tertentu lah kita menghargai dinginnya udara, sapuan angin yang terasa segar di wajah, warna hijau pepohonan yang begitu indah, bangunan-bangunan megah hasil peradaban manusia, juga ribuan kebaikan-kebaikan sederhana manusia yang tercermin dari sikap mereka sehari-hari—sapaan “halo”, senyuman tulus, genggaman tangan anak pada ibunya, gonggongan manja anjing pada pemiliknya, tawa sekumpulan sahabat, serta uluran tangan dari ia yang tidak dikenal kepada mereka yang membutuhkan.

Memang terdengar sedikit aneh, bahwa pada saat bermimpi dan berimajinasi, kita tidak bisa mengetahui detail dari permainan Alam Semesta.. namun baru pada saat berjalan menapaki mimpi dan imajinasi itulah, kita mendapatkan refleksi nyata dari ketulusan hati dan keberanian kita menapaki mimpi itu sendiri.

Maka, nikmatilah perjalanan meraih mimpimu. Kamu memang tidak mengetahui apa yang akan terjadi, namun hanya dengan cara itulah, kamu bisa mencintai hal-hal paling sederhana dan fundamental yang pada akhirnya akan memperkaya esensi dari eksistensimu sendiri.

Selamat menempuh perjalanan meraih mimpi, Halmi Insani. :)

.

“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” — Arai (Sang Pemimpi)